[X]

Jumat, 02 September 2011

Menghilangkan Tanda Penuaan

Seiring dengan bertambahnya usia, tanda-tanda penuaan muncul perlahan-lahan pada wajah yang sulit untuk dihindari. Hal ini hendaknya tidak membuat Anda berkecil hati, karena dengan perawatan yang tepat, tanda-tanda penuaan ini dapat dikurangi dari wajah Anda.
Berikut tanda-tanda penuaan yang biasa muncul dan perawatan yang dapat Anda lakukan untuk menguranginya:
  • Kerut pada kulit

    Salah satu yang menandakan penuaan adalah kerutan pada kulit. Anda mungkin bisa dibuat tidak percaya diri oleh kerutan yang mengganggu ini.

    Perawatan yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan krim anti kerut yang sudah teruji dan aman untuk digunakan. Suatu produk anti kerut yang baik seharusnya memiliki fungsi-fungsi untuk melembapkan kulit, mengandung antioksidan dan mampu merangsang tubuh untuk menghasilkan kolagen yang sangat berguna untuk kulit.
  • Kulit kendur

    Kulit kendur menjadi tanda bahwa umur kita sudah tidak muda lagi. Jika saat masih muda kulit wajah terlihat kencang, tetapi dengan berkurangnya kolagen membuat kulit menjadi kendur.

    Solusi untuk masalah ini adalah perbanyak konsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung antioksidan, vitamin A, C dan E. Anda juga dapat menggunakan produk kecantikan kulit yang mampu untuk mengangkat dan mengencangkan kulit. Selain itu, perkembangan zaman memungkinkan Anda untuk menyuntikkan vitamin A, C atau E.
  • Flek penuaan

    Flek-flek berwarna coklat pada wajah semakin muncul pada wajah atau kulit orang yang sudah tua. Flek-flek ini semakin nyata seraya umur bertambah. Penyebabnya adalah sinar matahari, kehamilan atau penyebab lain yang membuat penyebaran melanin pada tubuh tidak merata. Sehingga melanin ini menyebabkan flek coklat pada wajah.

    Solusi untuk masalah ini adalah menggunakan produk pencerah kulit dan perbanyak konsumsi vitamin A dan C yang bermanfaat untuk kulit.
  • Garis tertawa di sekitar mata

    Saat kita tertawa, umumnya akan muncul garis-garis di sekitar mata dan garis-garis ini semakin nyata seiring bertambahnya usia. Garis-garis ini biasa disebut sebagai garis tertawa. Garis ini juga muncul apabila kita mengernyitkan mata.

    Solusi untuk masalah ini adalah dengan menggunakan krim mata secara teratur. Dan yang tidak kalah penting adalah cukup tidur setiap hari. Penggunaan krim mata dan istirahat yang cukup dapat membantu menghilangkan lingkaran hitam pada mata dan membuat mata tidak terlihat lelah.
  • Kerut di sekitar alis

    Kerutan diantara kedua alis semakin tampak saat usia semakin bertambah. Kerutan ini semakin nyata saat kita mengernyitkan alis.

    Solusi untuk masalah ini adalah dengan melakukan senam wajah, memijat bagian wajah yang berkerut ini dan menggunakan pelembap setiap hari.
  • Wajah terlihat kusam

    Wajah yang terlihat kusam disebabkan karena berkurangnya kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel yang rusak.

    Solusi untuk masalah ini adalah dengan menggunakan pembersih wajah, pelembap dan penggunaan masker secara teratur.
  • Kulit kering

    Kadar air yang semakin sedikit pada saat kita bertambah tua membuat kulit menjadi kering.

    Solusi untuk masalah ini adalah memakai produk pelembap kulit yang mengandung vitamin.
  • Bibir kering

    Penuaan wajah juga terlihat pada bibir yang terlihat kering dan tidak lagi berwarna merah atau pink.

    Solusi untuk masalah ini adalah dengan menggunakan produk pelembap bibir atau seskali menggunakan masker untuk bibir. Mengoleskan madu pada bibir sebelum tidur dapat menjadi solusi alami yang aman untuk melembapkan bibir.
READ MORE - Menghilangkan Tanda Penuaan

Peringatan dalam Menggunakan Obat Tradisional

Sekalipun herba atau obat tradisional mungkin secara luas dianggap aman, disarankan untuk waspada. Jangan longgarkan kewaspadaan Anda hanya karena suatu produk berlabelkan "natural". Fakta yang tidak menyenangkan ialah bahwa beberapa herba bahkan bisa sangat berbahaya. Dan ironisnya beberapa orang tidak memandang herba atau obat tradisional sebagaimana mestinya. Senyawa kimia dalam obat tradisional atau herba dapat mengubah detak jantung, tekanan darah, dan kadar glukosa. Maka, orang yang memiliki problem jantung, tekanan darah tinggi, atau kelainan gula darah seperti diabetes mesti sangat waspada.

Meski demikian, efek sampingan obat tradisional biasanya terbatas pada reaksi tipe alergi. Misalnya sakit kepala, pusing, mual, atau ruam. Beberapa pengobatan tradisional atau herba kemungkinan bisa menimbulkan "krisis penyembuhan" dengan menghasilkan gejala seperti flu atau gejala lainnya. Orang yang mengkonsumsi obat tradisional mungkin tampak menjadi lebih parah sebelum menjadi lebih baik. 

Secara umum dikatakan bahwa reaksi ini disebabkan oleh pembuangan limbah racun dari tubuh selama tahap-tahap awal terapi herbal. Jika Anda memilih untuk mengobati sendiri dengan obat tradisional, sebaiknya Anda mempertimbangkan beberapa risiko seperti bahwa Anda mungkin tidak benar-benar tahu apa penyebab problem kesehatan Anda. Lalu pengobatan yang Anda lakukan secara sendiri mungkin menyembuhkan penyakit ringan, tetapi memperburuk problem kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi. Bahkan beberapa pengobatan sendiri bisa jadi mungkin bertolak belakang dengan obat yang diresepkan dokter.

Seperti semua produk kesehatan, obat tradisional hendaknya digunakan dengan kewaspadaan, pengetahuan dan, keseimbangan. Ingatlah bahwa ada beberapa penyakit dan problem kesehatan yang sekarang ini tidak ada obatnya.
READ MORE - Peringatan dalam Menggunakan Obat Tradisional

Macam-Macam Obat Tradisional dan Hasiatnya

Selama berabad-abad, berbagai macam obat telah berupaya ditemukan manusia untuk mengobati berbagai penyakit. Sejak zaman yang paling awal, obat tradisional yang kebanyakan berupa obat herbal telah digunakan untuk mengobati penyakit. Misalnya Papirus Ebers, yang disusun di Mesir sekitar abad ke-16 SM, memuat ratusan obat rakyat untuk berbagai penyakit. Akan tetapi, pengobatan herbal biasanya diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi.

Meskipun ada yang berpendapat bahwa obat tradisional atau obat herba lebih aman daripada obat-obat farmasi modern, obat tradisional bukannya tidak berisiko. Peringatan dan rekomendasi apa saja yang hendaknya dicamkan seseorang sewaktu mempertimbangkan pengobatan herbal atau obat tradisional? Sebelum membahas mengenai risiko obat tradisional, berikut ini adalah beberapa resep obat tradisional dan fakta pengobatan dari masing-masing resep tersebut yang berkhasiat untuk mengatasi beberapa jenis penyakit dan mengatasi problem untuk penampilan pribadi.
Kolesterol dan Diabetes

Resep: Rebus daun salam bersama laos lalu minum air rebusan tersebut.
Fakta: Daun salam mengandung flavonoid dan tanin sebagai zat yang mampu menurunkankan kolesterol. Dapat pula menurunkan kadar gula dalam darah.

Laos mengandung minyak atsiri untuk membantu memperlancar sirkulasi darah dan proses pengeluaran sisa metabolisme termasuk kolesterol yang berlebih.

Hipertensi

Resep: Konsumsi daun seledri secara teratur.
Fakta: Seledri mengandung phthalide yang mampu untuk mengendurkan otot arteri sehingga menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi dan juga mengurangi produksi hormon stres.

Sakit Kepala

Resep: Minum rebusan air dari jahe, sereh dan ketumbar.
Fakta: Jahe, sereh dan ketumbar mengandung minyak atsiri yang akan memperlancar peredaran darah juga berfungsi sebagai analgetik untuk mengurangi sakit di kepala.

Batuk

Resep: Air jeruk nipis dicampur dengan madu.
Fakta: Jeruk nipis mengandung vitamin C yang dapat memperbaiki ketahanan tubuh untuk melawan flu. Juga berfungsi sebagai antiseptik yang mampu membuang racun dalam tubuh.

Madu yang juga berfungsi sebagai antiseptik dan mampu menambah tenaga untuk mengalahkan penyakit.

Luka

Resep: Oleskan madu pada bagian yang terluka
Fakta: Madu mengandung hydrogen peroxide dan gluconic acid yang akan membunuh bakteri penyebab infeksi dan membantu pertumbuhan sel baru sehingga luka menjadi cepat sembuh.

Mimisan

Resep: Gulung daun sirih yang telah dibersihkan dan masukkan ke dalam lubang hidung.
Fakta: Daun sirih mampu untuk mengurangi pendarahan, termasuk pada pendarahan di selaput lendir hidung seperti yang terjadi pada orang yang mengalami mimisan ini.

Bau Mulut

Resep: Rebus daun sirih, cengkeh dan kunyit. Lalu kumur dengan menggunakan air rebusan tersebut.
Fakta: Daun sirih dan cengkeh mengandung zat antiseptik. Kunyit mengandung kurkumin yang mampu mengatasi infeksi kuman penyebab bau mulut.

Keputihan

Resep: Rebus daun sirih dan sambiloto.
Fakta: Daun sirih berfungsi sebagai antiseptik. Sambiloto berfungsi sebagai antiflamasi yang mampu membunuh jamur dan mencegah rasa gatal.

Nyeri haid

Resep: Rebus kunyit bersama dengan asam jawa.
Fakta: Kunyit mengandung kurkumin. Asam jawa mengandung fruit acid yang akan membuat darah haid menjadi lancar dan mengurangi kram perut.

Susah Tidur

Resep: Mengoleskan minyak lavender pada bantal atau bawah hidung agar dapat tercium. Bisa juga dengan minum jus mentimun, pisang dan biji pala.
Fakta: Aromaterapi dengan menggunakan bunga lavender membuat seseorang lebih cepat tidur dengan nyenyak.

Mentimun banyak mengandung vitamin C. Pisang mengandung karbohidrat dan asam folat yang melancarkan sirkulasi darah. Biji pala mengandung minyak atsiri yang mempu membuat pikiran menjadi tenang.

Bibir Kering

Resep: Oleskan madu pada bibir.
Fakta: Madu berfungsi sebagai antioksidan dan humecant yang dapat mempertahankan kelembaban, termasuk kelembaban bibir sehingga bibir tidak menjadi pecah-pecah.

Gigi Kusam

Resep: Lumatkan stroberi dan campur dengan setengah sendok teh baking soda. Oleskan pada gigi, diamkan selama beberapa menit kemudian bersihkan. Lakukan sesekali saja, karena asam ini dapat mengikis gigi Anda bila digunakan secara sering.
Fakta: Stroberi mengandung malic acid yang berfungsi sebagai pemutih alami.

Kerutan

Resep: Ambil putih telur dan oleskan pada wajah, gunakan sebagai masker.
Fakta: Putih telur mangandung albumin yang dapat berfungsi sebagai pelembab dan mengencangkan kulit.

Ketombe

Resep: Rendam irisan cabe rawit dalam perasan air jeruk nipis. Oleskan pada kepala sebelum keramas.
Fakta: Jeruk nipis mengandung vitamin C dan fruit acid. Sedangkan cabe rawit mengandung kapsaisin yang mampu membunuh bakteri atau jamur sehingga kulit kepala menjadi bersih.

Sengatan Lebah

Resep: Oleskan pasta gigi atau campuran baking soda dan air pada bagian yang tersengat. Jangan lupa untuk mengeluarkan sengat yang tertinggal pada tubuh.
Fakta: Pasta gigi dapat menetralkan rasa sakit akibat sengatan. Baking soda dapat memberi rasa nyaman pada luka sengatan.

Kulit Terbakar atau Melepuh

Resep: Oleskan lidah buaya pada bagian tubuh yang melepuh.
Fakta: Lidah buaya mengandung mucopolysaccharides yang bermanfaat sebagai antiseptik dan antiradang sehingga membantu agar kulit yang melepuh tidak terinfeksi kuman juga mencegah terjadinya kemerahan akibat radang. Kandungan kolagen pada lidah buaya pencegah terjadinya pembengkakan. Selain itu, lidah buaya mampu memberi efek dingin yang membantu mengurangi rasa sakit.
READ MORE - Macam-Macam Obat Tradisional dan Hasiatnya

Minggu, 29 Mei 2011

Khasiat Apel

 

Sebuah apel, akan membuat dokter menjauh. Pepatah lama itu lahir bukan tanpa arti. Sesungguhnya kandungan gizi setiap jenis apel berbeda-beda. Ada sekitar 7000 jenis apel di seantero dunia. Khasiatnya pun beragam. Namun sejauh ini ilmuwan mengetahui bahwa kandungan kalium atau potassium membuah buah ini mampu mencegah stroke, mengurangi kadar gula dan kolesterol darah. Satu hal yang bermanfaat bagi penderita kencing manis serta jantung koroner.

Makin merah warna apel, makin tinggi zat kalium yang dikandung. Kalium ini adalah jenis mineral yang mampu mengatur detak jantung. Dengan kondisi itu maka tekanan darah ikut teratur pula.

Selain itu buah apel juga bisa diolah menjadi cuka sari apel yang bersifat anti septik yang mampu membunuh bakteri-bakteri dalam saluran pencernaan, memperbaiki metabolisme tubuh, memperlancar aliran darah untuk mengatasi toxeemia alias keracunan dalam peredaran darah dan mencegah obesitas. Selain itu juga terdapat kandungan karotenoid yang merupakan sumber vitamin A, berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh.

Bernama latin Malus domestica, apel masuk dalam famili rosaceae. Tinggi pohonnya antara 5-12 meter. Buahnya bulat, berwarna antara merah dan hijau. Walau sudah menyebar ke seluruh negara, asal-muasal buah ini ternyata dari Kazakhstan. Di sana buah ini dikenal dengan nama alma.

Kebanyakan orang mengonsumsi apel secara langsung begitu saja. Ada juga yang suka mengolahnya menjadi jus, sirup atau perasa tambahan. Ada juga yang mengolah apel menjadi cuka. Cuka apel ini merupakan sumber serat terlarut paling baik, yang tak mengandung kolesterol,lemak, dan natrium. Kandungan pektin efektif menekan kolesterol jahat penyumbat pembuluh darah (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) tinggi, sehingga mengurangi risiko terserang penyakit jantung.

Cuka apel tak berefek samping bila dikonsumsi berlebihan. Sebab, darah resisten terhadap asam. Kelebihan asam akan dibuang. Sebaliknya, darah reaktif terhadap basa. Artinya pH darah akan naik bila terdapat gizi yang bersifat basa. Kondisi darah cenderung basa memudahkan tubuh terserang penyakit.


sumber : http://blog.stikom.edu/sulist/2010/11/30/khasiat-apel/
sumber gambar : http://ariefkov.wordpress.com/
READ MORE - Khasiat Apel

Khasiat Sawo (Acras Zapota L)


Buah berwarna coklat ini, di Sumatra Barat lebih dikenal dengan sebutan saos. walaupun dalam Bahasa Indonesia disebut sawo, warga Minang lebih nyaman dengan sebutan buah saos.

Umumnya batang saos bisa ditemui di pekarangan rumah warga, ladang, maupun ditanam dalam pot. Proses matangnya buah yang terjadi hampir setiap hari, membuat buah yang satu ini tidak pernah absen mengisi stok buah para pedagang.

Sawo (Acras Zapota L), tingginya bisa mencapai 15 meter. Dari segi fisik, bisa dikenali dengan batangnya yang Keras, berkayu, bulat, bercabang dan berwarna coklat kotor. Dari segi daun, berbentuk tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, panjang kurang dari dari 14 cm dan lebar 3-5 cm. Sementara tangkainya panjang, lebih kurang 1,5 cm, dengan warna hijau mengkilat.

Bunganya termasuk kategori majemuk, berada di ketiak daun, menggantung, berkelamin dua, karangan bunga tiga sampai delapan, daun kelopak bulat, benang sari enam, putik menjulang ke luar, mahkota bentuk tabung, bertaju dan berwarna kuning muda.

Adapun buahnya, buni, bulat, berkulit tipis, berdaging tebal, berair, coklat. Bijinya Pipih, keras, hitam atau coklat. Untuk akarnya, tunggang dan berwarna coklat.

Di balik rasanya yang manis, ternyata tersimpan banyak khasiat. Getah buah dan daunnya, bisa digunakan sebagai obat mencret.

Selain itu, getahnya dapat digunakan untuk campuran gula-gula. Untuk keperluan obat mencret, gunakan lebih kurang 15 tetes getah buah muda, kemudian diseduh dengan 1/2 gelas air matang panas. Hasil seduhan diminum sekaligus.

Selain itu, juga bisa digunakan cara kedua. Ambillah satu buah sawo muda, cuci sampai bersih. Kemudian diparut, lalu diperas dan disaring. Bila perlu, tambahkan sedikit air matang. Selanjutnya diminum, 2 kali sehari. Atau bisa juga dengan menggunakan daun sawo. Sediakan satu mangkok daun, lalu cincang dalam dua gelas air bersih selama 15 menit. Air rebusan, kemudian diminum tiga kali sehari.

Bagi penderita radang mulut, segeralah ambil satu mangkok daun sawo. Lalu cincang dalam 2 gelas air bersih, selama 10 menit. Pakai air hasil rebusan untuk berkumur. Sementara untuk menyembuhkan disentri, ambil 8 buah sawo muda, cuci bersih. Kunyah-kunyah halus dengan garam secukupnya. Sedikit demi sedikit ditelan, lalu minum air hangat. Lakukan 2 kali sehari hingga sembuh.

Berdasarkan penelitian, daun dan batang sawo ternyata mengandung falvonoida. Di samping itu daun juga mengandung saponin dan batangnya juga mengandung tanin. Zat-zat inilah yang mengambil peran penting, dalam menyembuhkan penyakit-penyakit di atas.

Tidak hanya untuk obat, getahnya juga bisa digunakan untuk bahan baku industri permen karet. Jadi permen karet yang biasa dimakan anak-anak, maupun orang dewasa, ada yang terbuat dari getah saos.

Jika diteliti lebih lanjut, ternyata sawo tidak hanya satu jenis saja. Setidaknya,a da tujuh jenis sawo, yang bisa menjadi buah favorit keluarga. Pertama disebut sawo manila kulon. Bentuk buahnya lonjong, berbiji banyak, bergetah, dan cukup tahan disimpan. Kedua, sawo manila Betawi. Bentuk buah juga lonjong, berukuran besar, tidak banyak getah, rasa manis, tapi kurang tahan di simpan.

Ketiga, sawo manila Malaysia. Ciri-cirinya, bentuk buah lonjong, berukuran besar dan rasa buahnya manis. Keempat, sawo manila karat. Bentuk buah agak lonjong, berukuran besar, berkulit tebal, kasar, dan berbintil-bintil kecil. kelima, sawo apel lilin.

Bentuk buah bulat, berukuran agak besar dan daging buah terasa agak keras. Keenam, aawo apel kelapa. Bentuk buah bulat kecil-kecil, berkulit tebal, bergetah, berbiji banyak, dan tahan disimpan. Dan terakhir sawo duren. Bentuk buah bulat, kulit buah halus, dan licin. Disebut sawo duren, karena aroma buahnya mirip dengan buah durian. Ada dua macam sawo duren, yakni sawo duren hijau dan sawo duren merah.

Khusus di Sumatra Barat, yang paling banyak tersedia adalah sawo manila kulon. Terbukti dengan daya tahannya yang bisa disimpan beberapa hari, dan getahnya juga banyak. Walaupun banyak memiliki potensi, warga Minang belum ada yang memanfaatkan getahnya untuk keperluan industri. Ini mungkin saja disebabkan oleh belum seriusnya warga dalam bertanam saos. umumnya saos hanya untuk keperluan konsumsi keluarga, dan tetangga dekat.

Untuk menanam sawo, bisa dilakukan dengan cara cangkok. Pilihlah cabang yang cukup besar, sehat, dan lurus. Buat dua keratan melingkar cabang dengan jarak 5 cm, dan lepas kulitnya. Kerik kambium, dan biarkan selama 3 – 5 hari. Gunakan zat pengatur tumbuh akar (misal Rootone F), lalu oleskan pada bidang sayatan. Ambil pembalut (sabut kelapa, lembaran plastik), lalu diikat pada bagian bawah keratan.

Selanjutnya, media cangkok (tanah subur dan pupuk kandang) diletakkan pada bidang keratan sembari dipadatkan hingga membentuk bulatan setebal 5 – 6 cm. Pembalut bagian atas juga diikat. Lalu ambil lidi, tusuk-tusukkan pada media yang telah terbungkus hingga membentuk lubang-lubang kecil.

Enam hingga delapan minggu kemudian, amatilah. Jika muncul akar-akar baru dari celah-celah pembalut, itu berarti pencangkokan sukses. Langkah selanjutnya adalah melakukan pendederan bibit cangkok sawo.

Siapkan polybag yang diisi campuran tanah subur dan pupuk kandang (1:1). Potong cangkokan, sebagian daun dan ranting. Lepas pembalutnya, dan masukkan di tengah-tengah polybag. Siram sampai basah. Simpan di tempat teduh dan aman. Setelah beradaptasi 4 minggu dan tunas-tunas baru bermunculan, bibit cangkok sawo dapat dipindahkan ke dalam pot.

POT DAN MEDIA TANAM

Mengingat tanaman ini nantinya diharapkan berbuah lebat, pilihlah pot yang kuat dan punya diameter sekurang-kurangnya 40 cm. Pot juga sebaiknya punya kaki dan berlubang pada bagian dasarnya. Media tanam harus lengkap berisi bahan organis dan

anorganis. Yang termasuk organis adalah pupuk kandang, kompos, atau humus. Sedangkan yang anorganis meliputi tanah subur, pasir, pecahan genting, atau bata merah. Untuk tabulampot sawo, Anda bisa pilih memilih media tanam, seperti campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (2:1:1), atau campuran tanah, sekam padi dan pupuk kandang (1:1:1), atau campuran tanah, serbuk gergaji dan pupuk kandang (1:1:1).

Cara mengisi media, masukkan selapis pecahan genting di dasar pot. Tambahkan selapis mos dan ijuk, lalu tambahkan lagi campuran media tanam berupa tanah subur dan pupuk kandang. Jangan lupa, berikan obat Furadan atau Curater sebanyak 2 sendok makan. Keluarkan bibit dari polybag, potong sebagian akar, cabang, ranting, atau daun yang berlebihan. Setelah itu, tanam dan padatkan media tanamnya. Siram sampai basah, dan simpan di tempat teduh untuk sementara.

Sering kita jumpai, kondisi tabulampot sawo tampak kering, kurus dan ogah berbuah. Kenapa? Jawabannya pasti karena kurang atau tidak dilakukan pemeliharaan dengan baik. Untuk itu, Anda harus melakukan pemupukan NPK, yang dapat diperoleh di kios atau toko pertanian terdekat.

Pada umur satu bulan, beri pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 50 gram per pot. Caranya, benamkan merata sedalam 10 cm. Pemupukan berikutnya setiap 3 bulan sekali. Namun demikian, jika tanaman mulai berbunga, sebaiknya menggunakan NPK yang memiliki kandungan fosfat dan kalium lebih tinggi. Misalnya, NPK 15-20-20. Beri sebanyak 100 gram per pot

AGAR RAJIN BERBUAH

Idealnya, pembungaan dan pembuahan tabulampot sawo berlangsung terus-menerus sepanjang tahun. Pembungaan paling lebat terjadi pada musim penghujan. Namun, terkadang macet juga. Nah, untuk merangsang pembuahan, silakan simak beberapa tips berikut:

1. Sekitar 3 bulan sebelum musim hujan, beri pupuk NPK (15-20-20), dilanjutkan dengan teknik pengeringan berselang-seling.

Contohnya, selama seminggu tidak disiram sama sekali (asal jangan sampai layu permanen). Setelah itu, siram sedikit demi sedikit selama 3 hari, dan keringkan lagi. Lakukan teknik pengeringan berulang-ulang hingga muncul tunas-tunas baru untuk

pembungaan.

2. Ikat pangkal batang tabulampot sawo dengan kawat. Tujuannya untuk membatasi transportasi air dan unsur hara dari dalam tanah yang berlebihan.

3. Jangan ragu menambahkan zat pengatur tumbuh, misalnya Dekamon atau Atonik.

4. Potong akar dengan menyisakan 3 cabang akar.


Sumber : http://blog.stikom.edu/sulist/2010/12/20/khasiat-sawo-acras-zapota-l/
Sumber gambar : cybermed.cbn.net.id
READ MORE - Khasiat Sawo (Acras Zapota L)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...